SINGAPORE, NEGARA IMPIAN SELEMPARAN BATU

singapore at night

Kalau ditanya negara mana yang pengen banget kamu tinggali, selain Indonesia, saya akan langsung menjawab, Singapura!!!!! Bagiku, Singapura adalah negara keren yang berlokasi selemparan batu dari Indonesia. Tinggal naik pesawat, kurang dari 2 jam udah nyampe. Ato engga, naik ferry dari Batam, engga sampe 1 jam, udah nyampe.

Singapura itu adalah negara yang berhasil menyeimbangkan Yin dan Yang, dibalik kerasnya kehidupan kerja di Singapura, Singapura menawarkan nikmat dan nyamannya tinggal di sebuah negara. Bagaimana tidak, pohon2 besar ada di mana2, taman2 tersebar di berbagai sudut kota, atraksi dan hiburan gratis ada di mana-mana dan transportasi yang sudah saling terintegrasi. Mungkin, itu pulalah kenapa saya senang sekali traveling ke Singapura. Jika dihitung, selama 3 tahun terakhir , Saya sudah pernah 4 kali traveling di Singapura plus 4 kali transit di Changi Airport yang super duper keren itu. Durasi traveling saya di Singapura bisa dibilang selalu singkat, paling singkat mungkin waktu itu sekitar 8 jam dan paling lama 4 hari 3 malam.
Akomodasi Selama di Singapura

  1. Hostel

    Tampak Depan Footprint Hostel

    Tampak Depan Footprint Hostel

Selama traveling di Singapura, saya pernah menginap di Hostel Footprints (www.footprintshostel.com.sg). Hostel Footprints tergolong hostel murah tetapi menjadi rekomendasi Tripadvisor. Hostel Footprints terletak di wilayah Little India. Saya selalu menginap di dorm yg khusus perempuan isi 6 bed (+/- SGD 22). Sebenarnya ada dorm mix (campur perempuan dan laki2), harganya lebih murah (+/- SGD 15-18) tapi saya kurang suka jika harus berbarengan dengan tamu laki-laki, ga bebas. Ada juga kamar private untuk minimal 6 bed atau lebih (+/-SGD 88-120), ini juga saya ga pernah nyoba karena harganya lebih mahal.

Enaknya tinggal di Hostel Footprints adalah dekat dengan Mustafa Shopping Center dan dekat dengan berbagai restoran halal india dan Masjid. Berhubung, Saya pecinta teh tarik dan roti prata beserta nasi biryani, nginep di Hostel Footprints cukup membuat saya betah. Memang siiih, banyak yg bilang daerah Little India itu daerah kumuhnya Singapura. Tapi saya rasa tidak seperti itu, memang siih padat banget, tapi lingkungannya masih terhitung bersih dan aman.

  1. Apartemen

Saya pernah sekali menginap di apartemen di wilayah Jurong West, lokasi nya lumayan jauh dari daerah2 wisata. Wajar saja karena daerah tersebut memang adalah daerah pemukiman warga Singapura dan Permanent Residential. Senangnya tinggal di sini, kita bisa melihat potret nyata kehidupan orang Singapura. Anak-anak justru keluar main di taman pada malam hari, orang-orang jogging baru jam 12 malam ke atas, dan lain-lain. Tinggal di sana cukup hommy, pemilik apartemen pun orang Indonesia yang baik hati. Bayangkan saja, dia mau saja meninggalkan kunci rumah di pot, sehingga ketika pertama kali datang, saya cukup mengubek2 pot untuk mencari kunci.

Lokasi apartemen ini dekat dengan Jurong Bird Park, dekat juga dengan McD dan foodcourt, sehingga untuk mencari makan pun mudah. Tapi memang jarak nya cukup jauh ke tempat2 wisata lainnya, seperti Orchard Road, Sentosa Island dan Marina Sands. Saya jadi sering naik taksi karena ga tega bawa orang tua berjalan jauh ke stasiun MRT. Memang kebetulan, pada saat menginap di sana, Saya mengajak orang tua dan adik saya.

  1. Changi Airport

    Sofa di Changi Airport

    Sofa di Changi Airport

Selain menginap di hostel atau apartemen, saya juga pernah menginap di Changi Airport. Iya..Saya tidur di sofa-sofa yang bertebaran di Changi Airport. Saya bahkan pernah keluyuran di Changi Airport selama 12 jam karena transit pesawat menuju Hong Kong. Changi Airport bener2 bandara yang keren dan nyaman abissss.. Bener2 backpacker friendly. Banyak sofa, alat pijat, bahkan bioskop gratis ada di mana-mana. Wifinya juga kenceng. Saya juga pernah menginap di Ambassador Transit Hotel di Changi Airport. Ini kali pertama Saya menginap di hotel bandara. Durasi menginap minimal 6 jam. Hotel ini penuh terus, jadi kalo walk in biasanya suka dimasukin waiting list. Saya pernah menginap bertiga dengan teman2. Kamar hotelnya bagus, kamar mandinya standard persis pada umumnya tapi tidak disediakan breakfast. Yaaah..lumayanlah kalau terdampar di Singapura tengah malam, dan harus lanjut ke penerbangan jarak jauh besok pagi, alangkah nyamannya tidur di Transit Hotel.

Transportasi di Singapura

  1. Trains

    Stasiun MRT

    Stasiun MRT

Saya termasuk pecinta transportasi umum. Apalagi di negara maju, Saya pasti nyobain naik transportasi umum. Biasanya di Singapura, kemana2 Saya naik Trains atau lebih dikenal dengan MRT dan LRT, lebih murah, lebih cepat plus belum ada di Indonesia :p. MRT

Bagi wisatawan, dapat membeli tiket Singapore Tourist Pass (http://www.thesingaporetouristpass.com.sg/about-the-passes/) dengan harga kisaran SGD 20-30 dengan validitas 1-3 hari. Wisatawan bisa berkeliling Singapura dengan MRT, LRT ataupun bus dengan menggunakan kartu ini tanpa harus bolak-balik isi ulang. Kita juga bisa membeli tiket sekali jalan (standard ticket), tapi kurang praktis kalau kita mau banyak bepergian karena kita harus beli tiket dulu setiap mau naik MRT. Selain Singapore Tourist Pass dan Standard Ticket, kita juga bisa beli Ezy Link. Ezy Link ini ditujukan bagi Singapore Commuter, tapi wisatawan bisa juga kok beli tiket ini. Berjangka waktu lama dan dapat diisi ulang SG10-500 (http://ezlink.com.sg/home). Saya lebih suka menggunakan Ezy Link karena saya akan lebih sering bepergian di Singapura, sehingga saya bisa menggunakan kartu tersebut di trip selanjutnya J

  1. Bus

    Bus yang selalu bikin deg2an

    Bus yang selalu bikin deg2an

Selain itu MRT, Saya juga sering naik bus. Sebenernya sih, naik bus suka bikin deg2 serrr..soalnya ga pake pengumuman setiap mau nyampe halte, beda banget dengan MRT. Kalo naik bus, kita harus perhatian banget setiap halte yg dilewatin, kadang2 saya suka ngitungin harus melewati berapa halte. Apalagi jalur bus lebih banyak dan lebih ruwet dibandingkan MRT, jadi harus rada ekstra waspada. Enaknya naik bus di Singapura, jelas lebih cepat dibandingkan MRT dan ga usah susah payah naik turun tangga hehehehe..kalo bawa orang tua, lebih friendly lah. Bayar bus pun bisa menggunakan Singapore Touris Pass dan Ezy Link

  1. Taksi

    Taxi di Singapura

    Taxi di Singapura

Selain bus dan MRT, Saya jarang banget naik taksi, kecuali bawa orang tua. Mengingat harga argo taksi yg lumayan mahal (bahkan orang Singapore asli pun lebih memilih naik MRT dibanding taksi), tapi worth it banget kalau kita bawa 4 orang atau dikejar2 waktu atau jarak tujuan kita yang terlalu ruwet kalo naik bus atau MRT.

Destinasi Wisata di Singapura

                Destinasi wisata di bawah ini adalah beberapa destinasi yang pernah saya kunjungi di Singapura. Beberapa destinasi memang bukan destinasi mainstream (sering dikunjungi turis), karena saya punya beberapa interest yang saya kira sebaiknya saya kunjungi, mumpung saya di Singapura

    1. Patung Singa Merlion (http://www.yoursingapore.com/see-do-singapore/recreation-leisure/viewpoints/merlion-park.html)
Inilah Merlion itu

Inilah Merlion itu

Patung iconic ini wajib banget dikunjungin buat kamu yang pertama kali di Singapura. Merlion adalah representasi dari sejarah SIngapura dimana bentuknya ikan tapi berkepala singa. Hal ini merupakan symbol bahwa Singapura dulunya hanyalah berupa desa nelayan yang kecil. Namun seiring dengan pembangunan dan kemajuan zaman, Singapura berubah menjadi negara yang maju dan menjadi Singa di Asia.

Selain sebagai ikonnya negara Singapura, patung singa Merlion juga menawarkan pemandangan pusat bisnis kota Singapura. Wajar saja, karena lokasi patung ini berada di Fullerton Road. Kalau kita menggunakan MRT, kita akan melewati salah satu pusat bisnis Singapura, yaitu Rafles Place.

Sewaktu saya ke sana, kebetulan pas weekdays dan pagi2 pula. Di sana saya jadi tahu kesibukan orang-orang kantoran di Singapura, betapa cepatnya mereka bergerak, koran2 disediakan di setiap sudut stasiun MRT, bahkan penjual Starbucks pun sampai turun ke pelataran taman gedung perkantoran untuk menjajakan kopi hitam.

  1. Esplenade (http://www.esplanade.com/index.jsp)

    Esplanade di Balik Bunga2

    Esplanade di Balik Bunga2

Kalo kamu suka nonton konser musik atau pertunjukan seni, mungkin kamu harus tahu letak Esplanade. Lokasinya dekat dengan Merlion. Bentuknya terinspirasi dari buah durian sehingga unik untuk difoto. Terus terang saya belum pernah nongkrong di sekitaran Esplanade. Kebetulan saja, dari Merlion terlihat Esplanade, maka saya pun foto saja dari seberang :p

  1. National Museum of Singapore (https://www.nationalmuseum.sg/NMSPortal/)

    National Museum of Singapore

    National Museum of Singapore

Tempat wajib yang saya kunjungi ke suatu negara, adalah museum. Minimal museum nasional nya, saya sempatkan kunjungi. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Hal itulah yang selalu mendasari saya untuk berkunjung ke museum.

National Museum of Singapore ini adalah museum tertua di Singapura. Kita dapat mempelajari sejarah dan budaya Singapura di sini. Sewaktu saya ke museum ini kebetulan saya banyak melihat tema Cina Peranakan. Di museum tersebut dibahas asal muasal orang Melayu di Singapura, lalu makanan yang menjadi signature orang Singapura. Sewaktu saya ke bagian makanan, dekorasi ruangannya unik sekali ditambah lagi background suara wajan yang sedang memasak, bener2 unik untuk dilihat. Tapi kalau diperhatikan semua kategori makanan zaman dulu di museum ini, masih dijual di Indonesia, misalnya es teler termasuk alat memasaknya persis sekali dengan abang-abang yang jualan di pinggir jalan xixixixi.

  1. Sentosa Island (http://www.sentosa.com.sg/en/attractions/)

    Universal Studios Singapore

    Universal Studios Singapore

Untuk menuju Sentosa Islan ini, kita harus menggunakan kereta khusus, yaitu Sentosa Express, yang hanya bisa diakses dari Vivo City. Tiket keretanya berbeda dengan tiket MRT. Dengan menggunakan Sentosa Express kita bisa mengunjungi beberapa atraksi di Sentosa Island, yaitu Imbiah Lookout, Siloso Point, Beaches dan Resort World Sentosa.

Pertama kali ke Sentosa Island, saya hanya menonton Song of The Sea. Wuiiih, itu saja sudah membuat saya terkagung-kagum. Kedua kalinya ke Sentosa Island, saya menjajal Universal Studio. Seru sekali! Atraksi yang paling saya suka , tentu saja Transformers, Revenge of The The Mummy, The Lost World, Water World dan Lights, Camera, Action!

Sebenarnya saya kurang suka permainan adrenalin seperti roller coaster, karena pasti bikin deg2an dan bawaannya pengen nutup mata, tapi karena permainan The Mummy dan Galactica adalah permainan yang HARUS DICOBA, yaa saya paksain deh ikutan. Walaupun dag dig dug ga keruan, tapi saya akui, permainan ini memang keren abisssss.

Oh iya, bagi yang bawa orang tua, disediakan kendaraan seperti sepeda motor yang bisa dipakai karena pasti orang tua capek nemenin kita main. Atau bagi kamu yang bawa anak balita, disediakan stoller bagi anak balita. Saran saya, bagi kamu yang bawa orang tua berumur lebih dari 60 tahun ke atas, lebih baik diajak yang bentuknya tontonan atraksi seperti Shrek, Water World dan Lights, Camera, Action karena theme park selalu menguras tenaga. Kasihan kan kalo bawa orang tua terlalu lama jalan-jalan

  1. Botanical Garden (https://www.sbg.org.sg/)

    Botanical Garden

    Botanical Garden

Bagi saya, Botanical Garden adalah sanctuary di Singapura. Saya berkesimpulan, semakin maju negaranya maka semakin banyak taman dan fasilitas umum yang baik dan terpelihara di negara tersebut. Bagi kamu yang suka lari pagi, piknik atau sekedar jalan-jalan menghirup udara segar, maka Botanical Garden jawabannya. Di Botanical Garden ini, kita bisa menemukan beribu jenis tanaman dengan luas taman mencapai 74 hektar. Persis seperti hutan kota. Ini tempat favorit saya. Kalau saya berkesempatan lagi ke sana, saya ingin sekali berpiknik di sana. Taman nya luas, pohonnya besar2. Benar2 sanctuary!

  1. Chinese Garden (http://www.yoursingapore.com/see-do-singapore/nature-wildlife/parks-gardens/chinese-garden.html)

    Chinese Garden

    Chinese Garden

Selain Botanical Garden, Chinese Garden adalah the other sanctuary. Nama lain Chinese Garden adalah Jurong Garden. Lokasinya memang kurang popular bagi wisatawan, tapi tempatnya baguuus banget. Chinese Garden mengusung taman bertema Asia, khususnya China. Di sini kita bisa menemukan bangunan2 khas China, patung-patung filsuf China dan ikan-ikan koi. Sekali lagi, bagi kamu yang hobi lari, ini juga tempat yang asik buat buang keringet. Tapi karena rata2 taman bertema China, pohon rindangnya tidak sebanyak Botanical Garden. Jadi sebaiknya datang ke sini pagi-pagi.

  1. Gardens by The Bay (http://www.gardensbythebay.com.sg/en/home.html)

    Gardens by The Bay

    Gardens by The Bay

Gardens by the Bay salah satu taman yang mengusung high tech. Di sini kita bisa melihat Supertree Groove, yaitu pohon buatan yang ditanami berbagai macam tanaman. Setiap jam 07:45 pm, 08:45 pm dan 09:30 pm ada atraksi Garden Rhapsody, semacam atraksi musik yang diikuti gerakan lampu di Super Tree. Paling asik dilihat dari depan Marina Sands. Kalau kamu ke sini jangan lupa untuk mencoba OCBC Skyway yaitu jembatan yang menghubungkan 11 Supertree. Dari sini, kamu bisa memotret panorama Garden by The Bay dengan anle yg cantik sekali J

  1. Jurong Bird Park (http://www.birdpark.com.sg/)

    Jurong Bird Park

    Jurong Bird Park

Saya senang sekali melihat binatang. Tapi bagi saya, koleksi hewan paling oke ya cuma di Indonesia. Akhirnya saya memilih melihat Jurong Bird Park saja untuk dikunjungi. Untung koleksi burung nya lengkap banget dan dilengkapi dengan kereta utk muter2, secara tempatnya luas dan nanjak, naik kereta sangat membantu sekali. Lalu, saya sempat melihat2 Breeding & Research Center, di situ saya melihat burung2 yang baru lahir dan sedang di incubator. Bagus sekali tempatnya dan memberikan edukasi bagi kita dalam memelihara burung. Burung favorit saya adalah Pink Flamingo! Burung tersebut anggun sekali dan jumlahnya banyak, sehingga bagus untuk difoto bersama. Selain itu juga, kita bisa menyaksikan berbagai atraksi burung, seperti High Flyers Show yang menampilkan berbagai burung warna warni dan Kings of the Skies yang menampilkan berbagai macam elang.

  1. Kinokuniya @ Takashiyama Shopping Centre

    Rak2 Buku di Kinokuniya

    Rak2 Buku di Kinokuniya

Saya hobi banget ke toko buku. Saya suka sekali sekedar melihat2 cover buku atau resensi isi buku. Mumpung di Singapura, saya sempatkan lah ke toko buku Kinokuniya paling besar di Singapura, yaitu Kinokuniya di Ngee Ann City. Saya sengaja nongkrong di children section karena saya sedang melakukan riset mengenai toko buku anak. Kebetulan, saya menemukan buku bagus judulnya “The Diary of Amos Lee” (http://www.amoslee.com.sg/), bukunya mirip seperti Diary of Wimpy Kid tapi versi anak asia. Kocak abis J

  1. Books Actually (http://booksactually.com/)

    Books Actually

    Books Actually

Selain Kinokuniya, saya juga sempat menjambangi independent book store. Saya suka sekali dengan konsep indie ini. Biasanya independent book store menjual buku-buku khusus yang tidak dijual umum dan kadang mereka memproduksi buku atau gift buatan sendiri. Salah satu toko buku yg terkenal banget di Singapura adalah, Books Actually. Toko buku ini letaknya di Yong Siak No. 9 di Tiong Bahru. Definitely bukan wilayah wisata! Ini tempat pemukiman warga Singapura. Kebetulan saya ke sini sendirian karena penasaran, untungnya gak nyasar. Saya menemukan banyak buku bagus dan koleksi novel jadul dari Penguins. Mereka juga menjual berbagai barang vintage dan kreasi seniman2 indie. Hal yg lucu adalah saya menemukan penghapus karet jadul yg ada huruf alphabet dan busur derajat. Huehehehe bagi mereka, barang2 itu sudah kategori vintage, di Indonesia kayaknya masih popular dipakai J Selain itu pula, interior dari Books Actually dibuat seperti living room, sehingga terasa cozy.

  1. Woods in The Books (https://www.facebook.com/WoodsintheBooks/timeline?ref=page_internal)

    Woods in The Books

    Woods in The Books

Selain Book Actually, saya juga sempatkan mengunjungi Woods in the Books. Lokasinya sama di daerah Tiong Bahru. Akan tetapi, ketika saya ke sana ternyata tokonya sedang renovasi. Jadilah saya ke cabang toko lainnya di Millenia Walk. Saat ini toko Woods in The Books hanya satu, yaitu di Yong Siak No. 3 di daerah Tiong Bahru. Toko buku ini khusus menjual picture book untuk seluruh usia. Di toko ini dijual buku cerita anak klasik, yaitu We are Going on a Bear Hunt. Buku ini memenangkan penghargaan Smarties Book Prize. Ilustrasi bukunya cantik sekali dan banyak dicari oleh pecinta picture book. Interior toko buku ini juga bagus sekali. Semua dinding dilukis mural oleh pemilik toko buku ini, yaitu Mike Foo. Komponen utama furniture nya tentu saja kayu. Anak-anak pasti suka berkunjung ke toko ini. Ada banyak mainan vintage, salah satu yg saya suka adalah mini piano untuk anak balita. Mini piano ini terbuat dari kayu dengan nuansa vintage. Selain menjual buku, toko ini juga membuat art workshop untuk berbagai umur.

  1. IKEA (ikea.com/sg/en/)

    IKEA Singapore

    IKEA Singapore

Saya ke IKEA Singapore sewaktu IKEA Indonesia belum buka. Sebelumnya, saya suka sekali melihat-lihat katalog IKEA. Dan ketika ada sedikit waktu di Singapura, saya bela2in ke IKEA menggunakan transportasi umum. Saya kagum banget, kebetulan sewaktu ke sana saya menemukan beberapa prototype luasan rumah kecil (22m2, 33 m2) dilengkapi dengan furniture apa saja yg cukup untuk luasan rumah tersebut. Entah kenapa, interior nya penuh tapi tetap terlihat keren dan rapih.

  1. Mustafa Shopping Center (mustafa.com.sg/)

    Mustafa Shopping Centre

    Mustafa Shopping Centre

Untuk beli oleh2 di Singapura, terutama coklat. Saya lebih memilih beli di Mustafa Shopping Center. Selain banyak pilihannya, harganya juga terjangkau dan buka 24 jam. Jadi kalo di tengah malam, kamu ga tau mo kemana, ato ga bisa tidur, belanja aja deh di sana. Tapi harus hati2, setiap membeli coklat sebaiknya lihatlah tanggal kadaluwarsa nyaa..Selain coklat, di Mustafa Shopping Center juga menjual aneka alat elektronik, parfum, bahan-bahan makanan dan lain-lain. Pokoknya toko serba ada deeeh.

  1. Bugis Street (http://www.yoursingapore.com/content/traveller/en/browse/shopping/shop-by-category/curios-and-knick-knacks/bugis-street.html)

    Bugis Street

    Bugis Street

Buat kamu yang suka beli baju ato aksesoris lucu dan harga murah, kamu bisa belanja di sini. Walaupun harganya sekarang sudah tidak terlalu murah, tapi lumayanlah kalau mau nyari yang unik2, bisa dicari di sini. Saya sempat memborong banyak baju di sini untuk dijual kembali di Indonesia. Modelnya memang lucu2 seperti yang dijual di online shop. Sebagai informasi, ternyata banyak penjual di Bugis yang mengambil barang langsung dari Thailand.

Ada banyak tempat yang belum sempat saya kunjungi di SIngapura. Sudah pasti, saya akan kembali mengunjungi negara ini dan menambahkan destinasi wisata di blog ini. Mudah2an tulisan mengenai traveling di Singapura ini dapat memberi inspirasi bagi kamu yang ingin menjelajah SIngapura yaaa J

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s