A FACINATING JAPAN (INTRODUCTION)

cover depan

Setelah backpacker ke Korea, dalam hati saya berharap ingin ke Jepang di tahun berikutnya dan kalau bisa naik pesawat keren  (Baca: pesawat full service) bukan low cost. Pada saat mengucapkan harapan itu, saya benar2 blank bagaimana caranya bisa ke Jepang. Soalnya info yang saya dapat, hambatan terbesar untuk backpacker ke Jepang adalah biaya yang mahal dan jangkauan daerah wisata yang luas. Saya sempat survey ke beberapa teman yang sudah pernah backpacker ke Jepang, rata2 menghabiskan Rp 15 juta dengan durasi traveling 10 hari dan itupun menggunakan pesawat low cost. Tapi memang benar ya, semuanya berawal dari mimpi. Semakin kita memimpikannya, semakin Allah SWT membukakan jalannya. Alhamdulillah, saya benar-benar ke Jepang dengan pesawat keren bingits di bulan Oktober 2015.

Saya mendapatkan tiket promo Cathay Pacific PP Jakarta-Tokyo (Narita) USD 1.100 untuk dua orang. Menurut saya worth it banget! Karena pesawatnya nyaman banget untuk perjalanan jauh dan sudah termasuk bagasi 32 kg. Jadi pas mendarat, kita ga perlu pake recovery badan lagi (hueuehehehe maklum faktor U) dan langsung explore Jepang J

Bisa dibilang, perjalanan kali ini adalah perjalanan yang paling nekad yang pernah saya lakukan. Kenapa ?

  1. Saya hanya pergi berdua dengan teman saya yang sebenarnya tidak terlalu akrab (hehehe kami bersatu hanya karena satu tujuan yaitu Jepang!)
  2. Saya baru dapat tiket di bulan Agustus, dan berangkat bulan Oktober. Which is hanya 2 bulan persiapan. Tambah lagi, saya dan teman saya benar2 sedang hectic dengan kerjaan kantor. Walhasil, kami benar2 kurang persiapan. Kami bahkan tidak sempat untuk mengumpulkan informasi How to Get There untuk masing2 destinasi
  3. 12 jam sebelum berangkat ke Jepang, saya masih berada di Malang dan kurang tidur karena malamnya habis workshop hingga jam 1 pagi. Walhasil, pada saat ke Jepang kondisi saya tidak terlalu fit..hahahaha selama hampir 14 jam perjalanan di pesawat, saya sukses tidur lelap J
  4. Destinasi wisata yang dipilih lumayan jauh dan random. Destinasi wisata yang kami pilih ada 8 kota : Tokyo, Nikko, Hakone ( akhirnya diubah menjadi Kawaguchiko karena Hakone hujan terus), Tateyama Kurobe Alpine Route, Osaka, Kyoto, Hiroshima (kota ini akhirnya kami skip karena ga kekejar), dan Kawasaki. Dan kalau dilihat di peta, jalurnya jadi seperti ini :rute jepang

Naaah, sebelum saya jelaskan itinerary per hari, ada beberapa hal yg perlu diperhatikan kalau mau ke Jepang :

  1. Saya berangkat bulan Oktober. Terus terang pas beli tiket, saya belum browsing keadaan cuaca di Jepang pada bulan Oktober dan ternyata tgl 15 Oktober masih termasuk awal musim gugur dimana daun2 belum berwarna-warni (foliage) dan masih banyak turun hujan. Seharusnya kalau ingin traveling di musim gugur, sebaiknya di bulan November karena pada bulan tersebut daun-daun sudah berwarna-warni sehingga lebih bagus sewaktu difoto. Awalnya sempet bete juga karena berangkat di bulan yang salah, tapi kemudian saya browsing2 di web www.japan-guide.com. Ternyata musim di Jepang itu bergerak dari arah utara ke selatan, sehingga di bulan Oktober, ada beberapa tempat yang sudah mengalami foliage, salah satunya adalah Nikko dan daerah Bijodaira di jalur Tateyama Kurobe Alpine Route. Jadilah saya kembali berseri2 menyambut musim gugur di Jepang J
  2. Pada saat saya ke Jepang, waktu terasa singkat, karena di sana jam 5 sore sudah seperti jam 8 malam. Jadi saran saya, jika ingin traveling di musim gugur, sebaiknya mulailah dari pagi2 sekali, misalnya jam 7 pagi. Hal ini dikarenakan di atas jam 5 sore cuaca sudah dingin, hampir semua tempat wisata tutup jam 5-6 sore. Sejujurnya, kalau kamu ga terlalu suka dugem atau belanja, malam hari di Jepang itu kurang menarik.
  3. Berhubung jalur destinasi saya cukup jauh dan airport kedatangan dan kepulangan saya adalah Narita maka saya memutuskan membeli JR Pass untuk 7 hari. Asumsinya adalah perjalanan akan lebih cepat karena mencakup banyak shinkansen (kecuali shinkansen Nozomi dan Nobu). Tapi ternyata, sama saja looh pakai shinkansen juga ternyata banyak memakan waktu karena saya harus mencapai stasiun yang meng-cover shinkansesn tsb, lalu saya harus mencocokan jadwal shinkansen belum lagi saya harus menggeret2 koper sehingga kecepatan jalan saya berkurang. Saran saya, jika destinasi yg dipilih cukup jauh dan banyak seperti rute saya, maka mulailah berangkat pagi2. Jangan sekali2 baru keluar penginapan jam 9 pagi, dijamin deh bakal habis di jalan +_+. Oh iya, JR Pass hanya bisa dibeli di luar Jepang, dan paketnya bermacam2. Ada yg mengcover seluruh bagian Jepang, ada juga yang hanya mengcover satu bagian saja. Pada saat beli JR Pass di JB Tour di Jakarta, sebaiknya gunakan mata uang yen karena travel biasanya menggunakan nilai tukar tertinggi. Membeli dengan yen akan jauh lebih hemat dibanding dengan harga rupiah.

Buat kamu yang lebih pengen irit lagi, bisa memilih overnight di bus. Bisa pakai Bus Willer atau bus lainnya. Tapi saran saya, kalau kamu mau overnight, sebaiknya jangan naik Bus yang berangkat paling akhir. Karena menunggu bus overnight bisa bikin mati gaya. Seperti yang saya sebutkan di poin sebelumnya, malam hari di Jepang kurang menarik apalagi di musim gugur. Jadi sebaiknya pilihlah jadwal yang tidak terlalu malam, supaya kamu bisa cukup istirahat di bus dan paginya bisa langsung explore tempat wisata selanjutnya.

  1. Saya termasuk yang ogah pakai tas gunung kalau bepergian. Jadi walaupun temanya backpacker, saya pasti bawa koper 4 roda. Tapi kalau destinasi kita banyak dan memutar, saran saya sebaiknya titipkan koper di stasiun utama. Sebagai gantinya, bawa saja tas backpack, isi kebutuhan untuk 1-2 hari. Perjalanan pasti lebih ringan dan cepat. Jangan seperti saya, menggeret2 koper ke setiap kota. Apalagi di stasiun Jepang, tangga cukup banyak dan lift letaknya berjauhan
  2. Mobile Wifi. Berhubung saya kurang persiapan. Jadi selama di Jepang saya sangat bergantung pada google maps dan hyperdia.com. Google maps saya gunakan untuk mencari rute terdekat dan arah jalan kaki dgn GPS. Hyperdia.com saya gunakan untuk melihat jadwal kereta terupdate. Oleh karena itu, saya perlu Mobile Wifi. Saya memutuskan menyewa Wifi Router Japan Wireless untuk 9 hari. Bisa dicek di japan-wireless.com. Cukup sewa yang 3G saja, karena harganya lebih murah dan sudah unlimited serta bisa digunakan maksimal 10 device. Jaringan 3G di Jepang lebih kencang daripada di Indonesia dan jangkauannya luas banget. Ketika saya di atas gunung pun saya masih bisa internetan J. Cara penyewaannya pun gampang dan benar2 Just In Time. Saya bisa memesan via website beberapa jam sblm berangkat ke Jepang. Wifi router akan dikirimkan ke kantor pos di airport tujuan kita tepat sesuai dengan jam kedatangan yang kita pilih. Kita tinggal memperlihatkan receipt ke petugas kantor pos. dan voila! Wifi router langsung bisa dipakai. Dan cara mengembalikannya pun lebih simple lagi. Provider wifi sudah menyediakan amplop kosong yang sudah diberi alamat. Saya tinggal memasukan amplop berisi wifi tersebut ke kotak2 pos yang tersedia di jalanan ataupun di airport.
  3. Uang tunai. Kalau kamu ingin menginap di guest house, sebaiknya sediakan uang tunai yang cukup. Rata2 guest house yang kurang terkenal, tidak menerima kartu kredit. Tempat wisata ataupun restoran, tidak semuanya menerima kartu kredit. Kalaupun bisa menerima kartu kredit, biasanya hanya jenis tertentu saja. Waktu itu, saya hanya menggunakan citibank untuk menyewa hotel dan belanja oleh2 di toko kosmetik. Perlu diketahui juga, tempat menukar uang di Jepang tidak banyak, ditambah lagi jarang ada yang mau menerima penukaran rupiah ke Yen

 

Advertisements

3 thoughts on “A FACINATING JAPAN (INTRODUCTION)

  1. rhianti irfan says:

    termasuk “lumayan” kenanya kamu mah…ada 2 tmnku yg gak jauh stlh kamu, gak sampe 8 juta abisnya Cher…hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s