A FASCINATING JAPAN DAY 1 : TOKYO

DAY 1  TOKYO : ARRIVE @ NARITA INTERNATIONAL AIRPORT

Kami mendarat di Narita International Airport Terminal 2 pada tanggal 15 Oktober 2015. Setelah mengurus keimigrasian, kami bergegas sholat. Alhamdulillah di Narita Airport ada prayer room, tepat setelah pengambilan bagasi.

mendarat di narita

Wajah ceria karena sudah tidur 14 jam di pesawat +_+

Setelah itu, kami bergegas ke post office untuk mengambil mobile wifi yang sudah kami pesan sebelum berangkat ke Jepang. Lokasi post office tergantung Terminal kedatangan dan itu dijelaskan di web Japan Wireless. Cara pengambilannya cukup mudah, kita tinggal memperlihatkan email dari Japan Wireless ke petugas pos, dan dia akan langsung mencarikan nama yang tertera di paket2 yang masuk di pos tersebut. Sebagaimana kita ketahui, orang Jepang tidak banyak yang bisa berbahasa Inggris, jadi lebih baik langsung perlihatkan saja apa yang mau kita ambil. Biasanya di setiap bukti receipt atau email sudah ada tulisan Jepangnya.

Setelah pengurusan mobile wifi selesai, kami langsung menuju Anne Hostel, tempat kami menginap untuk tanggal 15-17 Oktober 2015. Anne Hostel terletak di Taito Ward di dekat Asakusabashi Station. Untuk menuju ke sana, kami menggunakan Keisei Line dan Asakusa Line, berhenti di Asakusabashi Station lalu jalan kaki menuju hostel. Kami sempat beberapa kali nyasar ketika mencari Anne Hostel. Maklum, hari sudah malam dan kami belum akrab dengan rute di Jepang. Akhirnya kami harus memutar beberapa kali menggunakan GPS, dan akhirnya ketemu juga ! Hostel ini kecil dan tidak banyak petunjuk jalannya juga tampilan depan kurang mencolok, jadi memang rada susah mencarinya. Kami juga sempat bertanya dengan Pak Polisi di sekitar situ sewaktu mencari arah. Pak polisinya sih helpful banget, dia mencoba mencari lokasi Anne Hostel via peta manual yang berupa buku tebal dan menggunakan kaca pembesar (xixixixixi..ternyata tidak semua orang Jepang menggunakan teknologi digital yaaa J). Tapi sayang karena dia tidak lancar berbahasa Inggris, kami jadinya kurang paham dengan penjelasannya 😛

Untuk ukuran Tokyo, Anne Hostel bisa dibilang murah dan lumayan nyaman. Suasana di hostel cenderung sepi, karena memang banyak notifikasi di dinding agar tamu tidak ribut. Ukuran dormitory terhitung kecil untuk 10 orang per kamar. Jadi kalau mau bongkar muat koper, lumayan susah untuk mencari space.

anne hostel tampak dalam

Tampak Dalam Anne Hostel untuk 10 Bed

Setelah proses pembayaran dan sedikit melepas lelah, kami memutuskan berkeliling di sekitaran Anne Hostel. Suasana di luar hostel nya pun sama sepinya. Padahal sekeliling hostel banyak bangunan residensial, sekolah dan rumah sakit. Waktu itu sekitar jam 8 malam, banyak toko yang sudah tutup. Paling yang masih buka hanya convenience store (seven eleven, Lawson, dll) dan restoran kecil. Buat yang suka minum2 sih, banyak banget bar yang buka.

Kami memutuskan untuk makan udon di restoran kecil, nama restonya lupa +_+. Cara memesan makanannya pun unik (dan ternyata hampir restoran di Jepang cara pesannya seperti ini). Kita harus pilih menu makanan dan langsung bayar  di vending machine yg ada di entrance restoran. Kemudian ambil struknya, lalu serahkan ke waiter. Waiter akan langsung memproses makanan kita dan mengantarkan atau memanggil kita kalau sudah tersedia. Metode pemesanan ini sepertinya sangat efektif, makanya di restoran2 kecil di Jepang, waiter umumnya merangkap menjadi tukang masak juga, sehingga pegawai restoran tidak terlalu banyak, umumnya 2-3 orang. Interior restoran kecil di Jepang pun umumnya minimalis, dan selalu tersedia standing bar. Iya, orang Jepang itu sibuk banget, bahkan untuk makan pun mereka bisa memilih untuk berdiri sampil makan, mungkin biar cepat kali yaaa J

vending machine japan

Vending Machine di Depan Restoran

Sehabis makan, kami memutuskan ke seven eleven untuk beli cemilan dan air minum. Di Anne Hostel, dispenser Cuma tersedia di area kitchen dan hanya buka sampai jam 11 malam. Jadi mau tidak mau harus beli minum. Untuk diketahui, rata2 di hostel Jepang, kita tidak boleh bawa makanan dan minuman berwarna di area bedroom. Jadi kalau mau makan, harus di area kitchen. Lalu biasanya ada jam malam. Jika kita sampai di Hostel setelah jam 11 malam. Pintu utama pasti sudah dikunci. Jadi kalau kalian pulang shubuh atau tengah malam, jangan harap dibukakan pintu, harus buka sendiri pakai kode yang sudah dikasih sebelumnya oleh pemilik Hostel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s