A FASCINATING JAPAN DAY 2 : TOKYO

DAY 2  TOKYO : ASAKUSA, UENO PARK, SHIBUYA, SHINJUKU

Berhubung menurut accuweather, daerah Kawaguchiko masih hujan, kami memutuskan untuk explore Tokyo dulu 1 hari ini. Walaupun Tokyo sedang gerimis, rasanya lebih mending dibanding kalau kami ke Kawaguchiko, karena sudah pasti Gunung Fuji akan tertutup kabut pada saat hujan dan tentu saja kurang bagus untuk difoto J. Sebelum memulai berkeliling Tokyo, kami membeli kartu Pasmo terlebih dahulu di stasiun Asakusabashi. Kartu Pasmo itu adalah kartu prabayar yang digunakan untuk transportasi di Tokyo karena hampir semua jenis transportasi di-cover oleh kartu tersebut. Bahkan belanja di Seven Eleven pun bisa memakai Pasmo. Kartu ini mirip seperti Ezylink di Singapura.

pasmo

Kartu Pasmo

Kami memulai petualangan ke daerah Asakusa dimana di sana terdapat Sensoji Temple atau lebih dikenal dengan nama Asakusa Kannon Temple. Kuil ini adalah kuil Budha yang dibangun pada abad ke-7 dan menjadi kuil tertua di Tokyo. Kuil ini paling banyak diminati oleh orang Jepang sendiri dan turis mancanegara. Sepertinya jadwal backpacker di bulan Oktober ini bersamaan dengan jadwal kunjungan sekolah ke kuil-kuil. Akibatnya Sensoji Temple luar biasa penuuuuh.

asakusa temple

Asakusa Temple yang sedang dipenuhi pelajar Jepang

Selain kuilnya, yang menarik di sekitaran Sensoji Temple, tentu saja, banyak toko souvenir dan itu cukup membuat laper mata +_+ di Nakamise dori. Perlu diketahui, harga souvenir di Jepang umumnya seragam (terutama makanan), jadi jenis makanan yang serupa akan dibanderol harga yang sama walaupun tempat wisatanya berbeda. Di Asakusa juga banyak terdapat peminjaman kimono dan yukata, harganya cukup mahal dan biasanya hanya dipinjamkan untuk beberapa jam. Jadi kalau kalian melihat ada cewe2 imut memakai baju kimono di daerah wisata, belum tentu mereka adalah orang Jepang asli. Hehehehe bisa jadi mereka turis juga yang sedang meminjam kimono J

Berbicara tentang makanan, di sekitaran Sensoji Temple, ada roti manis legendaris dimana kalau mau beli harus ngantri. Nama rotinya Kagetsudo atau Crispy Jumbo Melon. Saya sempat mencoba roti tersebut karena penasaran. Rotinya enak sih, luarnya crispy dan dalamnya lembut. Makanan manis di Jepang umumnya tidak terlalu manis di lidah Indonesia J. Selain roti terkenal itu, ada juga restoran ramen halal. Kalau tidak salah namanya Narita-Ya. Lokasinya di seberang toko roti tersebut. Umumnya di restoran halal, tersedia juga Musholla, jadi bisa sekalian Sholat.

Saku-melon-bread1

Roti Melon yang enak dimakan hangat2

Setelah dari Sensoji Temple, kami melanjutkan perjalanan ke Ueno Park. Ueno Park ini adalah taman terluas di Jepang, di dalamnya ada Ueno Zoo, Tokyo Metropolitan Art Museum dan Tokyo National Museum, National Museum for Western Art dan National Science Museum. Di sana juga terdapat kuil Shinto bernama Toshogu Shrine, lumayan lah bisa foto di depannya, soalnya keunikan kuil Shinto ada pada gate nya yang berwarna merah ini.

kuil di ueno park

Nampang dulu depan gate Kuil Shinto

Kami juga menyempatkan diri mampir ke Tokyo Metropolitan Art Museum di Ueno Park. Dan di luar dugaan, tempatnya penuh sesak sama orang Jepang. Ternyata waktu itu sedang ada pameran lukisan Monet. Kami sangat takjub dengan orang Jepang, apresiasi seninya tinggi sekali, soalnya antriannya sampai mengular dan yang mengantri pun terdiri dari berbagai kalangan. Kami kira, yang mengerti seni itu hanya orang kaya saja atau seniman nyentrik, eh ternyata ibu2 dan kakek2 pun ikut mengantri. Saking tertibnya, selain mereka rapi mengantri, payung pun ikut rapi disimpan (kebetulan waktu itu sedang hujan) dengan nomor seperti nomor penitipan sepatu +_+

art museum

Sebelum mengantri, payung ditertibkan dulu 🙂

Setelah berkunjung ke Ueno Park, kami lanjutkan perjalanan ke Shibuya, karena kami ingin foto dengan Hachiko J Patung Hachiko adalah patung anjing yang dipajang di dekat stasiun Shibuya. Konon katanya patung ini merupakan apresiasi warga Jepang terhadap seekor anjing yang setia menunggu tuannya di depan stasiun walaupun si tuan sudah meninggal. Cerita Hachiko ini sampai diadaptasi ke film Hollywood yang berjudul sama Hachiko. Bisa dibilang, patung ini adalah landmark yang paling digandrungi oleh para turis. Bahkan iklan billboard di sekitaran stasiun Shibuya pun menggunakan gambar anjing yang satu ras dengan Hachiko.

hachiko

Biar sah..foto dulu sama hachiko

Selain patung, yang suka belanja mungkin di sinilah tempatnya. Banyak sekali toko-toko fashion terkenal berjejer di sini. Karena saya tidak terlalu suka belanja, maka saya skip lah toko-toko yang berwarna-warni itu J oh iya, di Shibuya, saya pun sempat mencoba menyebrang di zebra cross yang katanya penuh lautan manusia itu. Hehehehe kalau di TV atau foto komersial, sepertinya dramatis yaa, tapi pas saya lihat sendiri, sebenernya biasa saja. Mungkin seharusnya saya melihatnya dari ketinggian di gedung-gedung mall di sekitaran jalan tersebut. Atau mungkin saya seharusnya membawa kamera SLR sehingga bisa membuat efek freeze yang bagus.

penyebrangan shibuya

Inilah foto salah angle saya..hehehe sebaiknya pake high angle yaa kalo mo motret kerumunan orang menyebrang

Setelah ke Shibuya, kami menjajal ke Shinjuku karena lokasinya berdekatan dengan Shibuya. Kami datang ke sana hampir jam 10 malam dan hujan semakin lebat sehingga kami hanya berteduh di pelataran Mall Seibu. Shinjuku terkenal dengan pusat hiburan dan bisnis serta pusat perbelanjaan. Pada saat itu, hampir seluruh toko sudah tutup, yang masih buka hanya convenience store. Shinjuku pun menurut saya kurang menarik bagi saya yang tidak suka belanja dan juga tidak suka kehidupan malam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s