A FASCINATING JAPAN DAY 3 : TOKYO

DAY 3 TOKYO : TSUKIJI FISH MARKET & NIKKO : LAKE CHUZENJI & KEGON WATERFALL

Sebelum berangkat ke Nikko, kami memutuskan untuk mampir ke Tsukiji Fish Market. Sebenarnya Tsukiji Fish Market ini adalah pasar induk untuk ikan, sayur dan buah-buahan di Tokyo tetapi pasar ini lebih popular dengan ikannya. Dalam sehari, pasar ini mampu memproduksi 2.000 ton produk lautan. Ikan tuna di pasar ini besaaaar sekali, sebesar meja makan +_+. Para pengangkut ikan di sini pun menggunakan kendaraan angkut yang canggih dan suka ngebut hilir mudik di area pasar. Jadi kalau kalian ke sini, harus hati2 yaaa, jangan sampai tertabrak oleh kendaraan mereka J

kendaraan tsukiji

Ini salah satu kendaraan yang ngebut di Tsukiji Market

Selain pasar yang super sibuk, Tsukiji Market juga menawarkan wisata kuliner shushi. Ada beberapa kedai sushi yang terkenal, misal Demi Sushi, dan ada beberapa lainnya. Ciri kedai sushi itu terkenal adalah antrian yang mengular…hehehehe, kalau kamu niat banget pengen nyobain sushi di sini, sepertinya harus sudah ngantri dari jam 5 pagi. Soalnya ketika kami singgah ke sana jam 7 pagi, antriannya sudah panjang sekali. Kenapa sih kok orang2 niat banget ngantri makan sushi di Tsukiji Market ? 1. Karena sushi nya segar, langsung dari pasar, 2. Chef langsung meracik sushi di depan kita dan langsung melayani kita seperti private chef, 3. Kedai sushi di sini kapasitas nya memang sedikit, maksimal 10-15 orang, jadi wajar saja kita harus menunggu pelanggan lain hingga selesai makan. Sedikit info buat yang ingin makan sushi. Hampir semua sushi mengandung sake, dan hati2 dengan sushi tamago. Biasanya sushi tamago (telur) menggunakan minyak babi, makanya rasa telurnya manis.

mengantri di sushi

Ini hanya foto setengah antrian..sebenarnya antrian ini sampai ke samping gedung +_+

Berhubung kami malas mengantri, kami memutuskan untuk makan di kedai unagi saja. Kedai ini benar2 kedai otentik Jepang, dimana pelanggannya adalah penjual2 di Tsukiji Market itu sendiri. Kami merasa beruntung bisa merasakan experience seperti orang Jepang makan di kedai kecil J Sewaktu menunggu unagi disajikan, saya iseng2 baca majalah yang disediakan di rak buku di kedai ini. Dan surprise2 … majalah ini sebenarnya seperti majalah umum seperti intisari, tapi eh tapi, di antara berita mengenai olah raga dan politik, ada halaman foto2 porno duooonk. Sebagai informasi, 20% pendapatan Jepang berasal dari bisnis pornografi. Oleh karena itu, bisnis pornografi dianggap sah di negara ini. Jadi jangan heran kalau kita sering menemukan majalah, video atau bahkan manga yang memuat pornografi.

Heheheh kita balik lagi ke unagi yaaa..unagi itu belut Jepang, jenisnya berbeda dengan belut Indonesia. Belut di sini lebih gemuk dan dagingnya lebih banyak. Rasanya enak sekali J I love Unagi!!!

makan unagi

Kegirangan mau makan unagi

Setelah explore Tsukiji Fish Market, kami berangkat ke Nikko. Sudah pasti kami telat sampai di Nikko, secara jaraknya cukup jauh dan kami berangkat kurang pagi. Walaupun kami sampai ke Nikko jam 3 sore dan tidak sempat banyak meng-explore Nikko, bagi saya Nikko adalah tempat yang cantik di saat musim gugur. Selama 3 hari di Jepang, so far, Nikko adalah tempat favorit saya.. Tips saya, walaupun ke Nikko bisa ditempuh PP dari Tokyo, tapi kalau kalian datang siang atau sore hari, lebih baik menginap saja. Kalau mau PP sebaiknya berangkat pagi2 sekali, biar puas explore Nikko. Transportasi di Nikko cukup mudah, kami membeli tiket  Tobu Free Pass untuk 2 hari. Tiket ini unlimited dan pilihannya hanya untuk 2 hari. Selain menggunakan Free Pass, kita juga bisa menggunakan Pasmo karena bus yang beroperasi di Nikko termasuk ke dalam jaringan Tobu Bus.

Pada bulan Oktober, Nikko mencapai puncaknya di musim gugur. Bagaimana tidak, dedaunan sudah menguning dan memerah, cantik sekali kalau difoto. Ditambah lagi Nikko itu seperti daerah puncak, jadi hawanya sejuk, sehingga enak sekali jika ingin berjalan2 dan foto2. Selain itu pula, kami mengunjungi Chuzenji Lake dan Kegon Waterfall yang temasuk ke dalam bagian Nikko National Park dimana rusa masih bebas berkeliaran di jalan. Iya, rusa. Sewaktu kami naik bis, kami sempat melihat rusa menyebrang di jalanan J

foliage nikko

Ini baru namanya musim gugur ^_^

Chuzenji Lake adalah danau cantik yang berada di kaki gunung Mount Nantai. Di sekitar danau, dedauan sudah menguning, cantik sekali untuk difoto. Kebetulan waktu itu saya berada di sebelah timur Chuzenji Lake dimana ada landmark berupa tori yang besar sekali. Tori ini merupakan landmark untuk menuju Chuzenjiko Onsen.

chuzenji lake

Chuzenji Lake yang hampir tertutup kabut

Setelah mengunjungi Chuzenji Lake, kami berjalan ke Kegon Waterfall, jaraknya berdekatan dengan Chuzenji Lake. Kegon Waterfall adalah air terjun yang paling terkenal di Nikko. Pada saat saya ke Kegon Waterfall, jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, kabut di sekitaran air terjun sudah semakin menebal, saya hanya bisa melihat air terjun tersebut samar-samar. Walaupun begitu, tetap saja pemandangannya membuat saya terpukau. Daun di sekitaran air terjun sudah memerah, air terjun nya pun tinggi sekali, bisa kita lihat di observation platform. Kalau ada kesempatan ke Jepang lagi, definitely I will go to Nikko again.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s