A FASCINATING JAPAN DAY 8 : KYOTO

DAY 8 : KYOTO : HIGASHIYAMA

Saya berinsiatif bangun pagi-pagi sekali. Saya ingin melihat sekeliling Guest House Ga-Jyun. Saya sempat mampir ke Chionin Temple. Letaknya di belakang Guest House Ga-Jyun. Chionin Temple adalah ketua dari seluruh temple Budha aliran Jodo. Dimana aliran Jodo adalah aliran yang paling banyak pengikutnya di Jepang. Jadi pantas saja temple ini sangat besar. Saya masuk dari Sanmon Gate yang tingginya 24 meter dengan lebar 50 meter dan berasal dari kayu yang dibuat di tahun 1600an. Menuju hall utama Chionin Temple ini harus melewati puluhan anak tangga…huehehehehe pe er juga yaa tapi lumayanlah untuk olah raga pagi. Sewaktu saya ke sana Miedo Hall yang merupakan Hall utama Chionin Temple sedang mengalami renovasi. Jadi saya hanya sempat memotret sekitaran Miedo Hall.

chionin temple

Sanmon Gate

Setelah puas berjalan-jalan di Chionin Temple saya iseng-iseng berjalan ke sungai sekitaran Guest House. Sungai di Kyoto jernih-jernih dan sering dipakai kongkow oleh warga sekitar di sore hari. Saya sempat melintasi sungai kecil yang mirip selokan besar di Indonesia. Sungainya benar-benar jernih dan ditata rapi tepiannya. Selain itu saya juga sempat iseng duduk2 di tepian Kamo River. Sungainya sama bersihnya dan banyak dikunjungi oleh berbagai unggas yang tentu saja unggas2 ini jarang banget ditemukan di perkotaan di Indonesia.

sungai di kyoto

Lihaaat..bebeknya baguuus huehehehhehe

Setelah puas kongkow di samping sungai, saya dan teman saya memutuskan untuk mengunjungi Kinkakuji Temple. Kinkakuji Temple adalah Zen Temple yang terdiri dari 2 lantai yang dilapisi oleh lembaran emas. Dulunya Kinkakuji Temple ini adalah villa peristirahatan shogun Ashikaga Yoshimitsu. Makanya desainnya memang bener2 dipertimbangkan agar memberikan keindahan dan ketenangan bagi si pemilik. Paling oke memotret Kinkakuji Temple adalah pas langit biru dan bayangan Kinkakuji Temple tampak jelas memantul di danau. It’s Perfect!

kinkakuji temple

Perfect picture of Kinkakuji Temple ^_^

Setelah mengunjungi Kinkakuji Temple, kami bergegas menuju Heian Temple. Pada hari itu ada Jidai Matsuri. Kami memang sengaja mencocokan jadwal ke Kyoto untuk bisa melihat Jidai Matsuri. Jidai Matsuri adalah festival tahunan yang dilaksanakan setiap tanggal 22 Oktober. Festival yang sudah ada sejak tahun 1895 hingga saat ini, ditujukan untuk mengingatkan generasi muda akan pentingnya sejarah Kyoto yang pernah menjadi ibukota Jepang pada zaman dulu. Jidai Matsuri diikuti oleh 2.000 warga Kyoto yang terdiri dari berbagai usia, dari anak SD hingga nenek2 dan kakek2. Para peserta menggunakan berbagai kostum yang sering dipakai orang tempo dulu atau dari 1.100 tahun yang lalu dan berbagai karakter yang popular pada masa itu.

jidai matsuri

Salah satu atraksi di Jidai Matsuri

Jidai Matsuri berlangsung 2 jam, parade dimulai dari Imperial Palace menuju Heian Shrine, kurang lebih 5 km. Yang mengagumkan selama parade berlangsung adalah festival berjalan sangat rapi dan tertib. Benar2 menggambarkan budaya Jepang yang mengedepankan keteraturan dan ketepatan waktu. Padahal Jidai Matsuri termasuk festival ketiga terbesar di Kyoto, tetapi selama kami di Kyoto, kami tidak melihat umbul2 heboh yang menandakan akan adanya festival. Pemerintah Kyoto hanya menempelkan poster Jidai Matsuri di statsiun2 dan menyebarkan flyer di penginapan2. Bahkan sewaktu festival akan dimulai, semua transportasi umum tetap berjalan seperti biasa, beberapa ruas jalan dibuat sistem buka tutup sehingga sempat macet tapi hanya sebentar. Dan benar saja, tepat 2 jam berlalu, festival selesai. Semua peserta masuk ke Heian Shrine (saat itu Heian Shrine tertutup untuk peserta saja) dan penonton festival bubar jalan. Kami bersyukur bisa melihat festival yang begitu rapi dan menarik ini. Beberapa minggu kemudian, ketika saya sudah di Indonesia, saya sempat menonton NHK World. Di situ ditayangkan berbagai persiapan Jidai Matsuri, mereka merekam persiapan anak-anak sekolah dan juga para warga masing-masing RT dalam melakukan latihan. Waaah benar2 membuat saya semakin kagum. Ketua dari Jidai Matsuri ini seorang bapak2 biasa (bukan seorang pejabat/orang terpandang), dia melakukan keliling ke daerah2 Kyoto yang warganya ikut berpartisipasi. Sebenarnya gerakan peserta selama festival tidaklah susah, tapi mereka latihan begitu serius J

girl at jidai matsuri

Salah satu kostum di Jidai Matsuri

Setelah puas melihat Jidai Matsuri, kami beranjak ke Kiyomizudera Temple. Hari memang sudah begitu sore. Kami tidak sempat melihat ke dalam temple karena Kiyomizudera sudah mau tutup. Sebagaimana saya sebutkan sebelumnya, semua daerah wisata di Jepang (baca : Temple dan Shrine) umumnya tutup jam 5 atau jam 6 sore. Kiyomizudera termasuk ke dalam UNESCO world heritage sites. Temple ini adalah salah satu Temple yang wajib dikunjungi para turis karena bangunannya yang megah dan cantik sekali sewaktu cherry blossom atau pada saat momiji. Bagian yang paling terkenal adalah panggung kayunya yang terletak di main hall , tingginya 13 meter di atas bukit. Tempat yang sangat cocok untuk melihat bunga sakura dan pohon maple. Selain bangunanya yang megah, Kiyomizudera juga disukai karena di sekitarnya banyak terdapat deretan toko souvenir. Hehehe buat yang pengen beli oleh2 khas Jepang (baca : made in Japan) maka di sinilah tempatnya. Banyak juga looh oleh2 Jepang buatan China, jadi harus hati2 pada saat membeli J

kiyomizudera

Dari Kiyomizudera kita bisa melihat kota Kyoto dari ketinggian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s