KOREAN MADNESS (Busan)

busan

Berhubung saya berangkat ke Korea pada tahun 2014, jadi saya sudah lupa urutan perjalanan day to day. Akan tetapi, saya masih ingat kok list-list tempat yang sudah kami kunjungi. Oh iya, kami berangkat ke Korea menggunakan pesawat Air Asia Jakarta-Busan PP, transit di Kuala Lumpur. Perjalanan memakan waktu sekitar 7-8 jam cukup membuat pegel2 badan hehehehehe..risiko pake pesawat low cost 😛

  1. Busan

Berhubung tiket promonya Jakarta-Busan PP, maka kami memasukan Busan ke dalam itinerary. Kami memutuskan menghabiskan waktu 1 hari 1 malam di Busan sebelum melanjutkan perjalanan ke Seoul. Busan merupakan kota terbesar ke dua setelah Seoul dan bisa dibilang di sini pusat bisnis terutama teknologi dan perkapalan. Sewaktu kami ke Busan, selain udara yang dingin, anginnya juga kencang karena dekat dengan laut whuuuzzz..siap2 minum tolak angin deh J

2. Haeunde Beach

Haeunde adalah pantai yang terkenal di Busan. Lokasinya pun masih di pusat kota. Sejujurnya kalo pantai sih bagusan Indonesia yaa J Tapi bagi masyarakat Busan, pantai ini sangat favorit, terutama pada musim panas penuuuh banget kayak cendol, mungkin karena tidak ada pantai yang lebih keren kali yaaa hehehehe..Untungnya kami ke Haeunde pas musim semi dimana udara mencapai 10 Celcius. Jadi pantai ini sepi dan sudah pasti dingin banget. Satu2nya yang menarik di Haeunde ini adalah banyak burung merpati. Jadi kami sibuk memberi makan kumpulan burung merpati dan berfoto bersama (ya elaaah..jauh2 ke Korea Cuma foto ma merpati :P)

handeu-beach

Teman saya iseng mengejar2 merpati :p

3. Haedong Yonggungsa Temple

Haedong Yonggungsa Temple and Haeundae Sea in Busan, South Korea

Haedong Yongungsa Temple

Umumnya kuil Budha terletak di pegunungan tetapi Haedong Yonggusa sangat unik karena terletak di tepi lautan. Lokasi yang lumayan ekstrem ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Di kuil ini ada tempat pelemparan koin, yang cukup jauh karena kita harus melempar dari atas jembatan ke arah kolam yang berada jauh di bawah jurang. Tentu saja tradisi lempar koin ini bertujuan agar pengunjung bisa kembali lagi ke kuil ini. Lalu ada gua tempat semedi, dimana dipajang patung2 kecil Budha dengan pose2 yang lucu dan ada juga tempat mata air suci. Di tambah lagi, di sekitaran kuil tersebut banyak dijual street food. Saya sempat mencoba kue bunga matahari, namanya Tteok dan gorengan serangga. Kue Tteok enak sekali, ini menjadi kue favorit saya selama di Korea. Sedangkan gorengan serangga nya krenyes2 renyah dan sedikit pedas.

4. Busan Lotus Lantern Festival

busan-lotus-lantern-festival

Salah satu bentuk lampion yang sering dijumpai adalah bertemakan kerajaan atau perang

Sewaktu kami ke Korea terjadi peristiwa tragis di sana. Pada waktu itu, terjadi kecelakaan kapal ferry MW Sewol jurusan Incheon-Jeju yang menenggelamkan 467 orang dimana hampir semuanya adalah siswa Danwon High School. Kecelakaan ini membuat seluruh penduduk Korea berduka. Sepertinya, pada minggu2 tersebut menjadi minggu kelabu. Begitu juga ketika acara Busan Lotus Lantern Festival. Acara tersebut menjadi acara pembacaan doa dan penyalaan beratus2 lilin untuk pernyataan berduka. Kami juga ikut bersedih karena tenggelamnya kapal tersebut sangat dramatis. Seluruh awak kapal dan nahkoda menyelamatkan diri terlebih dahulu. Penumpang diperintahkan untuk diam di kapal hingga datang regu penyelemat. Padahal kapal benar2 akan tenggelam. Mungkin saking warga Korea itu patuh dan disiplin yaa..jadinya semuanya nurut, tidak ada yang berinisiatif untuk loncat duluan. Akibatnya semua penumpang tenggelam..sedih banget kan. Apalagi mengingat Korea adalah negara maju dan canggih, untuk menyelamatkan kapal karam saja kok sulit banget +_+..Ah cukup deh cerita sedihnya..kita lanjut lagi yaaa J

5. Lzone & Kyung Sung Hostel

Ini adalah hostel yang kami tempati di Busan. Hostelnya berbentuk dormitory, pemiliknya lancar sekali berbahasa Inggris serta sangat ramah. Hostel ini juga jadi tempat hang out bagi mahasiswa asing di Busan. Saya tidak bisa bercerita banyak mengenai hostel ini, karena bener2 cuma untuk numpang tidur, kami bahkan tidak sempat sarapan di hostel ini. Tapi so far, menurut saya hostel ini cukup recommended. Apalagi di sekitarnya banyak restoran, sehingga mudah mencari makanan J

SAMSUNG CSC

Salah satu spot di Lzone, terlihat mereka banyak banget kegiatan dengan komunitas bule nya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s